Kamis, 26 November 2015 - 09:01:07 WIB

Marak, Penipuan yang Kabarkan Kerabat Kecelakaan


Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik - Dibaca: 5021 kali

Penipuan dengan modus operandi mengabarkan anggota keluarga mengalami kecelakaan, kembali marak di Purworejo akhir-akhir ini. Bahkan pada hari Jum’at (24/4) lalu, salah satu wali murid SD di Purworejo, telah menjadi korban. Ia telanjur mentransfer uang sejumlah Rp 10 juta, setelah anaknya dikabarkan mengalami kecelakaan. Pada hari itu, ternyata ada puluhan orang yang mengalami kejadian serupa, dan bukan hanya di satu sekolah saja. Salah satunya dialami Udi, seorang PNS yang bertugas di Setda Purworejo. Ia mengisahkan, awalnya menerima telepon dari seseorang yang mengabarkan anaknya yang mondok di sebuah pesantren di Kutoarjo, jatuh di kamar mandi dan mengalami gegar otak. “Saya langsung percaya, karena si penelepon tahu nama lengkap anak saya dan tahu nomor HP saya sebagai orangtuanya,” ungkapnya. Pelaku kemudian memberikan nomor orang yang mengantar anaknya ke rumah sakit, dan berbicara dengan ‘dokter’ yang menangani. “Kata sang dokter, anak saya mengalami pendarahan dan sangat kritis, sehingga untuk menolongnya harus menggunakan sebuah alat khusus,” kisahnya lagi. ‘Sang dokter’ memintanya untuk beli alat di apotik dan memberikan nomor telepon ‘pemilik apotik’. Dan oleh ‘pemilik apotik’ diminta mentransfer uang untuk membeli alat itu seharga Rp 15 juta ke rekening BNI nomor 0372678696 atas nama Dedi Mursal. Begitu ada permintaan transfer dan sebagainya, teman-teman Udi di kantor langsung mengingatkan modus operandi penipuan seperti itu. “Untung saya pas lagi di kantor, sehingga diingatkan sama teman-teman untuk berhati-hati. Saya kemudian telepon ke pesantren anak saya, dan ternyata dia baik-baik saja.”



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)